Jumat

~ Sebuah Tempat Untuk Kembali ~


Namaku MERPATI. seseorang yang singgah untuk mengembara di BUMI kalian ini. Meski aku tak memiliki sayap, namun aku mempunyai HATI. Aku sadar dari awal, bahwa aku tak punya hak untuk mengotori dunia ini dan berbaur dengan kalian yang bersih berkilauan....>,<

Aku diciptakan untuk mencari, sebuah KEBAHAGIAAN yang tersembunyi dari hati ke hati. andai kalian tahu wahai penghuni bumi, aku PERIH. Sedih rasanya saat pandangku mengabur karena air mata, dan dibaliknya tergambar jelas bagaimana kalian mencinta dengan indah tanpa LUKA apapun. Iri rasanya melihat dunia yang begitu gemerlap, dimana setiap saat dengan mudah cinta bisa menemukan dan ditemukan.....

Hanya bisikan, menemaniku sepanjang perjalanan.... Kusemat bintang-bintang pada cahayaNya agar aku dimaafkan. Namun keagungan tak dapat dibayar, maaf tetaplah HARAP yang tak kunjung datang...

Petang itu dua manusia mendekatiku yang tengah merapikan RINDU. Mereka memegang bahuku dan mencampakkanku jauh keluar MIMPI. Aku hanya tersenyum, memunguti serpihan kehidupan dan keikhlasan yang berceceran keluar dari saku. Sambil menatap mereka yang menjauh, aku mencoba untuk tak menangis meski gagal... TUHAN, hanya padaNya aku memohon kekuatan.... Tapi bahkan aku bukanlah mahkluk yang ia harapkan, aku tak tahu mesti kemana JIWA ini berjalan..

Aku sadar aku terlalu HINA, tapi biarkanlah aku sejenak beristirahat disini sebelum MATI. Biarkan aku menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, setidaknya sekali seumur hidup. aku mohon wahai manusia biasa di bumi, aku berlutut ditengah gema TAWA RIANG suaramu... Aku berjanji akan membawa tubuh ini jauh-jauh, agar tak mengotori dengan onggokan jasadku. Karena itu biarkanlah, berilah kami ini kesempatan....>,<

Setelah itu kalian meninggalkanku  sendirian,  
Ditengah KEDINGINAN.. Salju turun dan membekukan hampir setiap nafasku... Aku berjalan, jauh melampauiMu. Yang kusampirkan telah layu, mati bersama paraunya keakuanku. ..


Dan aku BAHAGIA pernah mengecap kebahagiaan cinta ini, meski akhirnya harus terpisah. Kalian memang manusia biasa, namun hanya beberapa yang mempunyai hati besar untuk menerima....
Perlahan-lahan bola mataku yang keruh MENUTUP...
Bagiku tak ada hari esok selain MIMPI. Maka sekali lagi, bagi semua manusia biasa di bumi,...

AKU mohon maaf atas kehadiran ini...

Aku yakin bahwa aku bukanlah yang terakhir, namun bila kalian benci kumohon buatkan TEMPAT untuk kami yang hina ini menunggu mati. Sebab kami dilahirkan, untuk KEMBALI.....

Kamis

~ Last Twilight ~


SORE itu kita memandanginya. Langit memerah dan keangkuhan di ujung mata. Kita yang mengenal. kita yang kan terpisah. Dua menara yang kita bangun, dengan CAHAYA terang dalam hijaunya tawa. Menuntun kita untuk kembali....

"Disana kita akan bersama." katamu. Dan aku mengangkat beban itu kepadanya....

CANDA yang lepas tanpa ketakutan membuatku tergugah, namun ini SENJA terakhir aku bertemu. Maka kusuarakan dalam diam, memperhatikan tiap gerak dan kata yang tak sempat lagi kurekam...>,< 

Dalam sebuah ruang kukumpulkan KEKUATAN. Kucoba untuk tak terlihat berduka, lantas kuselamatkan Jiwa-jiwa. Kutunggu hingga ruang itu membawa kita ke puncak KEDAMAIAN yang tak bersyarat, disana perahu kita terbelah.....

"Mengapa engkau tidak turun?" tanya seseorang.
"Nanti, sebentar lagi."

Memandang CEMAS. Seratus, seribu, bahkan sejuta mungkin. Tapi aku tetap TINGGAL...>,<

NAMUN hadirlah engkau yang harumnya begitu kukenal. Dalam lembut pelukmu aku menjadi
TANGGUH. darinya kucari celah untuk berlari dari menara pertama ke sebuah lembah GELAP. Kami bertiga, dengan perih ilalang yang menampar dalam pelarian. Darahku berceceran, namun seseorang telah menunggu di ujung jalan. Aku dan semerbakmu mencari arah lain, langit pun menggelap....

Tiada guna selain mengenang SENJA terakhir yang akan menjadi SEJARAH.  

Diantara rebahku berselimut semak, aku mengampun atas kepergian. Siapa sangka bukan kami yang berangkat? Entah kemana MALAM berjalan. Yang kuingat setelah abu dan puing menara berjatuhan bagai HUJAN, aku sedang memejamkan mata bersamanya.

Jumat

~ Menuju jalanMu ~



Di sebuah MALAM ketika langit tak berpihak pada BINTANG. Saat gerimis turun mengingatkanku akan keagungan. Sebuah masa akan datang, menjemputku untuk tak sekedar menata HIDUP. Pelan-pelan kuendapkan segala cemas dalam ruang bertulis ketakutan. Mendapati diriku tergugah dalam perasaan asing.

Tubuhku berselimut MELATI. Dengan harum yang mengabarkan seseorang akan datang. Biarlah walau terlambat, kelak cinta akan termaafkan. Ampuni aku, siapapun yang mendengar bisikkan. Tahulah, aku tak mengharapkan seorang pahlawan. Hanya seorang biasa yang mencintaiku dengan SEDERHANA..

Hari ini pula kubiarkan kenanganku meranggas. PEDIH HATI ini ketika menahan sakitnya. Menahan perihnya ketika satu demi satu SEJARAH runtuh berjatuhan.

Mungkin memang telah tiba saatnya. Untukku katakan sampai jumpa pada sebuah pelabuhan JIWA. senja itu engkau bermuram, namun usahlah berduka. Bersukacitalah, sebab alur SUNGAI di pipiku telah kering.

Dan kami (yang kau sebutkan) bukanlah PAHLAWAN, kami hadir dalam kekosongan yang tak mampu orang lain mengerti. Kami sadar tak ada ruang diantara kalian, termasuk engkau, yang akan mengizinkan untuk berteman. Kami tahu bahwa kami harus mencari tempat yang paling asing, untuk bahagia (kata kalian) yang menyebut kami paling HINA.

Dan kami tak membutuhkan pula seorang pahlawan, karena kami akan bermalam disini. Di satu air mata yang surganya kami MAKAMKAN.....


Penuh KERINDUAN akan kasih TUHAN....